AWAL KEMUNCULAN DAJJAL MENEBAR FITNAH
dalam hadis fitnah sarra dikatakan bahwa akan terjad fitnah duhaima yang tidak membiarkan ada seorang dari umat ini [iraq] kecuali di hantamnya. jika dikatakan fitnah itu telah selesai justru semakin menjadi jadi.di dalamnya seorang pria pada pagi hari beriman, tetapi pada sore hari menjadi kafir, sehingga manusia terbagi menjadi dua kelompok. kelompok keimanan yang tidak mengandung kemunafikan, dan kelompok kemunafikan yang tidak mengandung keimanan. jika itu sudah yerjadi, maka tunggulah kedatangan dajal pada hari atau esoknya. maka dari hadis ini bisa disimpulkan, bahwa dajjal akan muncul dari iraq. dan hal ini di kuatkan pula oleh hadis berikut ini.
sulaiman bin syihab berkata: suatu ketika abdullah bin magnam datang ke rumah, kemudian ia menceritakan tentang nabi, bahwa beliau pernah bersabda; `tidak ada lagi kesamaran tentang dajjal. sesungguhnya ia akan muncul dari arah timur. kemudian ia menyeru atas namaku, sehingga ia di ikuti banyak orang. kemudian ia memerangi mereka dan dapat menguasai mereka, dan ia masih berbuat seperti itu hingga ia datang ke kufah. lalu dia menampakan agama Allah dan mengamalkanya sehingga di ikuti dan di senangi karena itu. kemudian dajjal setelah itu berkata: `sesungguhnya aku adalah nabi` dengan ucapan itu, maka takutlah orang orang yang masih memiliki hati dan akal yang lurus lalu meninggalkan dajjal. dajjal masih terus hidup sehingga ia mengatakan: `aku adalah Allah` karena itu matanya akhirnya tertutup, telingnya terpotong dan di antara kedua matanya tertulis kata `kafir`. HR Imam ath- thabrani. lihat kisah dajal dan turunya nabi isa untuk membunuhnya. pustaka imam syafi`i
hadis ini dengan jelas menyebutkan bahwa dajjal akan muncul di kufah dan ini wilayah iraq. dimana dalam hadis itu dikatakan bahwa dajjal muncul dari timur dan akan datang ke kufah. tetapi yang jelas dengan atau tanpa hadis ini, saya tetap berkesimpulan bahwa dajjal akan muncul dari iraq seperti yang saya jelaskan pada hadis fitnah sarra. mengenai awal kemunculan dajjal akan di bahas lebih jauh pada pembahasan kronologi perang isa dan dajjal.
FITNAH DAJJAL
dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh imam muslim dikatakan bahwa sejak di ciptakan nabi adam sampai hari kiamat tidak ada fitnah yang lebih besar dari fitnah dajjal. berikut ini hadis hadis nya.
satu hal yang pokok atau yang utama dari fitnah dajjal adalah dia akan mengaku bahwa dirinya adalah tuhan. untuk meralisasikan keinginanya itu dia akan memfitnah atau menguji manusia agar percaya bahwa dirinya tuhan. di antara fitnahnya itu dia akan menurunkan hujan seperti yang di jelaskan dalam hadis berikut ini.
...kemudian ia/dajjal mendatangi suatu kaum lalu menyeru mereka, akhirnya mereka beriman dan menyambut seruanya. ia menyuruh langit menurunkan hujan, dan seketika itu pula turun hujan, memerintah bumi agar menumbuhkan tumbuhan tumbuhan, maka ia pun menumbuhkan tumbuh tumbuhan. hewan hewan piaraan dan gembalanya menjadi lebih besar, air susunya lebih deras sehingga sangat mencukupi kebutuhan mereka, dan lebih melebar perutnya....shahih muslim. kisah dajal hal 75
seperti yang disebutkan dalam hadis tersebut, bahwa dajjal mampu menurunkan hujan seketika itu pula. hujan disini adalah hujan yang sesungguhnya dan kalimat selanjutnya menegaskan akan hal itu. memang ada hadis lain yang menjelaskan bahwa hujan tersebut hanyalah menurut pandangan mata saja. artinya itu hanya tipuan. tetapi hadis dhaif dan andai shahihpun itu tidak dapat di jadikan dalil. hal ini karena seperti yang di katakan para ulama, bahwa bila ada dua hadis shahih yang salah satunya dalam shahih muslim, maka shahih muslim yang harus di dahulukan. karena keakuratan dalam shahih muslim lebih terjamin dan shahih muslim adalah kitab hadis shahih ke dua setelah imam al bukhari.
jika dilihat dari konteks hadis, maka turunya hujan tersebut terjadi setelah manusia yang di fitnah/di uji mengakui dajjal sebagai tuhan. tetapi bisa saja dajjal menurunkan hujan sebelum manusia yang di fitnah itu mengakuinya sebagai tuhan, tentunya dengan di turunkanya hujan tersebut agar manusia mau mengakui bahwa dajjal adalah tuhan.
sifat fisik dajjal
...ia/dajjal berkulit sawo matang, rambutnya keriting, mata sebelah kirinya tidak nampak, diatas matanya terdapat kulit selaput mata yang menebal,... sumber hadis nya sama dengan hadis yang mengabarkan dajjal mampu menyembuhkan orang yang buta
sesungguhnya dajjal itu mata sebelah kirinya buta, di atas matanya terdapat selaput kulit yang menebal dan di antara kedua matanya tertulis kata `Kafir`. syaikh al-Albani berkata: hadis riwayat Imam Ahmad [III/115 dan 201] dengan sanad shahih. Kisah dajjal hal 67
tidak seorang nabi pun melainkan telah memperingatkan kaumnya akan makhluk yang bermata buta sebelah lagi pendusta. ketahuilah, sesungguhnya ia buta sebelah matanya, sedangkan tuhan kalian tidak buta sebelah mata. di antara kedua matanya tertulis huruf ka, fa, ra [yang dapat dibaca oleh setiap muslim]. syaikh al-Albani berkata: hadis ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari [XIII/85], Muslim [VIII/195], Abu Dawud [II/213], at-Tirmidzi [2246] dan sekaligus dihukumi shahih, Ahmad [III/173, 276, 290], Hanbal [LI/2], Ibnu kuzaimah dalam at-Tauhid [32] dan Ibnu Mandah [XCVII/1]. Adapun tambahanya milik Imam Muslim, Ahmad dan selain mereka. Kisah dajjal hal 70
ia akan berjalan jalan di muka bumi, sedangkan bumi dan langit adalah milik Allah. Ketahuilah sesungguhnya mata sebelah kanan al-masih ad-dajjal adalah seperti buah anggur yang terlihat mengapung. Syaikh al-Albani berkata: hadis ini dikeluarkan oleh Ibnu Kuzaimah [hal 32]. Isnadnya sesuai dengan persyaratan Muslim. Sementara al-Hatsami berkat [VII/301]: `hadis ini diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani. Para perawinya tsiqah, hanya saja guru Imam ath-Thabrani [Ahmad bin Muhammad bin Nafi at-Thahhan], saya belum mengenalnya`. Syaikh al-Albani berkata lagi: isnad Ibnu Kuzaimah terhindar dari kelemahan. oleh sebab itu, Imam al~Hafidz Ibnu Katsir berkata (I/138): Imam adz~Dzahabi berkata: isnadnya kuat. kisah dajjal hal 79
dari Ubadah bin Shamit, ia berkata bahwa Rosulullah bersabda: sesungguhnya, aku telah menjelaskan tentang dajjal kepada kalian hingga aku khawatir kalian tidak memahaminya. sesungguhnya al~masih ad~dajjal itu berpostur pendek, kakinya bengkok, berambut keriting, matanya buta sebelah, dan tidak menonjol, jika hal itu samar bagi kalian, maka ketahuilah bahwa tuhan kalian tidak buta mata sebelahnya dan bahwa kalian tidak akan dapat melihat tuhan hingga kalian mati. syaikh al~Albani berkata: hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (II/213), al~Ajurri dalam buku asy~syari'ah (hal 375), Abu Nuaim dalam al~Hilyah (V/157, 221; IX/235) dan Ibnu Mandah dalam at~Tauhid (I/83) dan hadis ini baik dan para perawinya pun tsiqah. kisah dajjal hal 85
Kesimpulan
kesimpulan dari ciri ciri fisik dajjal adalah sebagai berikut. berkulit sawo matang, rambutnya keriting, mata sebelah kirinya tidak nampak dan diatasnya terdapat selaput kulit yang menebal, diantara kedua matanya tertera kata kafir ka fa dan ra, mata sebelah kananya buta dan terlihat menonjol seperti buah anggur, berpostur pendek dan bengkok kakinya.
ada hadis yang mengatakan mata sebelah kanan dajjal yang buta dan begitu pula sebaliknya. maka dalam hal ini yang dipegangi adalah hadis yang menyebutkan bahwa mata sebelah kanan dajjal yang buta. hal ini karena riwayat ini di riwayatkan oleh al bukhari, sedangkan yang menyebutkan mata sebelah kiri yang buta derajatnya hanya shahih isnadnya, seperti yang di katakan syaikh al albani. kisah dajjal hal 88
yang jelas bila kita bingung, maka yakinilah apa yang rosulullah sabdakan bahwasanya manusia tidak akan melihat tuhan kecuali setelah mati.
Tempat Dajjal Saat Ini
Dalam hadis yang sangat panjang yang diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahaihnya, dikabarkan dari Fatimah binti Qais, dimana ia berkata:
“Aku mendengar seruan dari tukang seru Rasulullah untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka aku berangkat ke masjid dan shalat bersama Rasulullah. Aku shalat di shaf para wanita di belakang kaum laki-laki. Ketika shalat sudah selesai, Rasulullah duduk di atas mimbar, sambil tersenyum beliau berkata:
Demi Allah, sesungguhnya aku mengumpulkan kalian bukanlah untuk suatu kabar gembira atau kabar buruk, akan tetapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim Ad Dari yang dahulunya seorang laki-laki pemeluk agama Nasrani, maka ia telah memeluk agama Islam dan membai’atku. Ia telah berkata kepadaku dengan suatu perkataan yang sudah pernah aku katakan kepada kalian tentang Al Masihuddajjal.
Ia mengisahkan perjalannya kepadaku, bahwa ia berlayar dengan sebuah kapal laut bersama 30 orang laki-laki dari kabilah Lakham dan Judzam. Kemudian mereka terombang-ambing oleh ombak (badai) selama satu bulan. Hingga tersebut terdampar pada sebuah pulau di tengah laut di arah tempat matahari terbenam. Lalu mereka semua duduk (istirahat) di suatu tempat yang terletak sangat dekat dengan kapal. Setelah itu mereka masuk ke dalam pulau tersebut, lalu mereka bertemu dengan seekor binatang yang berbulu lebat, sehingga mereka tidak dapat memperkirakan mana ekornya dan mana kepalanya, karena tertutup oleh bulunya yang terlalu banyak.
Maka mereka berkata: Celaka, dari jenis apakah kamu ini. Ia menjawab: Saya adalah Al Jassasah. Mereka bertanya: Apakah Al Jassasah itu? (tanpa menjawab) ia berkata: Wahai orang-orang, pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita dari kalian! Tamim Ad Dari berkata: Ketika ia telah menjelaskan kepada kami tentang laki-laki itu, kami pun terkejut karena kami mengira: bahwa ia adalah setan. Lalu kami segera berangkat sehingga kami memasuki biara tersebut, tiba-tiba di sana terdapat seorang manusia yang paling besar (yang pernah kami lihat) dalam keadaan terikat sangat kuat. Kedua tangannya terikat ke pundaknya serta antara dua lutut dan mata kakinya terikat dengan besi.
Kami berkata: Celaka, siapakah kamu ini? Ia menjawab: Takdir sudah menentukan bahwa kalian akan menyampaikan kabar-kabar kepada saya, maka kabarkanlah kepada saya siapakah kalian ini? Mereka menjawab: Kami adalah orang-orang Arab yang berlayar dengan sebuah kapal, tiba-tiba kami menghadapi sebuah laut yang sedang berguncang, lalu kami terombang-ambing di tengah laut selama satu bulan , maka terdamparlah kami di pulau ini. Lalu kami duduk di tempat yang terdekat dengan kapal, kemudian kami masuk ke pulau ini. Maka kami bertemu dengan seekor binatang yang sangat banyak bulunya, yang tidak dapat diperkirakan mana ekor dan mana kepalanya, dari banyaknya bulunya.
Maka kami berkata: Celaka, apakah kamu ini? Ia menjawab: Aku adalah Al Jassasah. (Tanpa menjawab) ia berkata: Pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu, karena ia sangat menginginkan berita-berita yang kalian bawa. Lalu kami segera menuju tempat kamu ini, maka kami terkejut bercampur takut karena mengira bahwa kamu ini adalah setan.
Ia (laki-laki besar yang teikat itu) berkata: Beritakanlah kepada saya tentang pohon-pohon korma yang ada di daerah Baisan. Kami berkata: Tentang apa yang ingin kamu tanya darinya? Ia berkata: Saya menanyakan apakah pohon-pohon korma itu tetap berbuah? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Adapun pohon-pohon korma itu, maka (sebentar lagi) hampir saja tidak akan berbuah lagi. Kemudian ia berkata lagi: Beritakanlah kepadaku tentang danau Tiberia. Mereka berkata: Tentang apakah yang ingin kamu tanyakan perihalnya? Ia bertanya: Apakah ia tetap berarir? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Adapun airnya, maka ia (sebentar lagi) hampir saja akan habis.
Kemudian ia berkata lagi: Beritakanlah kepada saya tentang mata air Zugar. Mereka berkata: Tentang apa yang kamu ingin tanyakan perihalnya? Ia bertanya: Apakah disana masih ada air dan apakah penduduk disana masih bertani dengan menggunakan air dari mata air Zugar itu? Kami katakan kepadanya: Benar, ia berair banyak dan penduduknya bertani dari mata air tersebut. Lalu ia berkata lagi: Beritakanlah kepada saya tentang Nabi yang ummi, apa sajakah yang sudah ia perbuat? Mereka menjawab: Dia telah keluar dari Makkah menuju Madinah. Lalu ia bertanya: Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab? Kami menjawab: Ya. Ia bertanya: Apakah yang ia lakukan terhadap mereka? Maka kami memberitahukan kepadanya, bahwa ia (Nabi itu) telah menundukkan orang-orang Arab yang bersama dengannya dan mereka menaatinya. Lalu ia berkata: Apakah itu semua telah terjadi? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Sesungguhnya adalah lebih baik bagi mereka untuk menaatinya dan sungguh saya akan mengatakan kepada kalian tentang diri saya, saya adalah Al Masihuddajjal dan sesungguhya saya hampir saja diizinkan untuk keluar. Maka saya akan keluar dan berjalan di muka bumi, dan tidak ada satu pun kampung (negeri) yang tidak akan kumasuki dalam waktu 40 malam selain Makkah dan Thibah. Maka kedua negeri itu adalah terlarang untuk saya, dimana setiap kali aku ingin memasuki salah satu dari kedua negeri itu, saya dihadang oleh seorang malaikat yang ditangannya ada pedang berkilau dan sangat tajam untuk menghambatku dari kedua negeri tersebut. Dan di setiap celahnya terdapat malaikat yang menjaganya.
Ia (Fatimah si perawi hadits) berkata: Rasulullah bersabda sambil menghentakkan tongkatnya di atas mimbar: Inilah Thibah, inilah Thibah, inilah Thibah (maksudnya kota Madinah). Bukankah aku sudah menyampaikan kepada kalian tentang hal itu? Orang-orang (para sahabat) menjawab: Benar. Beliau berkata: Saya tertarik dengan apa-apa yang dikatakan oleh Tamim Ad Dari, karena ia bersesuaian dengan apa-apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Makkah. Bukankah ia (tempat dajal) terletak di laut Syam atau laut Yaman? Dimana Rasulullah mengisyaratkan tangannya ke arah Timur. Ia (Fatimah) berkata: Hal ini saya hafalkan dari Rasulullah.”
Riwayat Muslim dari Fathimah binti Qais dalam kitab Al fitan. Riwayat Ahmad dari Abi Hurairah dan ‘Aisyah. Riwayat Ibn Majah dari Fathimah dan riwayat Abu Dawud dengan sanad yang hasan dari Jabir.
Tempat penjara dajal terletak di arah timur, di daerah Khurasan pada sebuah desa Isfahan (antara perbatasan Rusia dan Iran sekarang).
Sabda Rasulullah: “Dajal akan keluar dari sebuah negeri di Timur yang bernama Khurasan.” (Riwayat Tirmidzi dan Hakim dari Abubakar. Dishahihkan ole Al Albaani dalam Al Misykat, nomer 5487)
Dalam hadis yang lain Rasulullah bersabda: “Dajal akan diikuti oleh 70.000 orang Yahudi Isfahan yang memakai jubah besar berwarna hijau.” (Riwayat Ahmad dan Muslim dari Anas)
Berdasarkan hadis yang dikisahkan oleh Fahimah binti Qais (lihat hadis tersebut dapat disimpulkan:
1. Masa keluar Dajal akan didahului oleh tanda-tanda seperti: Keringnya Danau Tiberia, habisnya korma negeri Baisan dan lain sebagainya.
2. Dajal tetap ada dan hidup sampai sekarang sejak dari zaman diutusnya Rasulullah dan bahwasanya ia terbelenggu dengan sangat kuat.
3. Mekah dan Thibah (madinah) adalah tempat yang tidak dapat dimasuki oleh Dajal karena dua kota tersebut terlarang bagi dajal untuk memasukinya.
Cara Menyelamatkan Diri Dari Fitnah Dajjal
“Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah berapa lama ia (dajal) berada di bumi?” Beliau menjawab: “Empat puluh hari, satu hari darinya sama dengan satu tahun, dan satu hari lagi sama dengan satu bulan dan satu hari lagi sama dengan hari-hari biasa mereka.” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, pada suatu hari yang sama lamanya dengan satu tahun tersebut apakah cukup bagi kami untuk shalat sehari (lima waktu saja)?” Beliau menjawab “Tidak, perkirakanlah olehmu hari-hari tersebut.”
(Hadist riwayat Muslim)
Cara menyelamatkan diri dari fitnah dajal:
1. Membaca doa pada akhir setiap salat untuk meminta perlindungan fitnah dajjal, yaitu: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari adzab neraka Jahannam dan dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari buruknya fitnah Al Masihuddajal.”
2. Menghafal surat Al Kahfi (sepuluh ayat yang diawalnya atau sepuluh ayat yang diakhirnya. Sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang menghafal 10 ayat dari awal surat Al Kahfi, maka ia akan terjaga dari fitnah dajal.” (Riwayat Bukhari Muslim). Hadis lainnya yang diriwayatkan Muslim, Ahmad, Abu Dawud dan Trimidzi: Rasul bersabda, “10 ayat di akhir surat Al Kahfi.” Dan hadis lainnya ada pula yang 3 ayat saja: “3 ayat dari awal surat Al Kahfi.”
3. Berlindung ke kota Madinah atau Makkah, karena kedua negeri itu tidak akan dapat dimasuki oleh dajjal.
4. Barangsiapa tidak mampu melakukah 3 hal diatas maka hendaklah ia lari dari depan dajal, karena ia tidak akan membahayakannya dengan tetap berdzikir dan berdo’a.
Fitnah Dajjal Di Akhir Zaman
Rasulullah bersabda:
“Wahai manusia, sesungguhnya semenjak Allah menciptakan anak cucu Adam tidak ada fitnah (cobaan) dimuka bumi ini yang lebih besar dari dajjal, dan bahwasannya tidak satu Nabi pun yang diutus oleh Allah yang tidak memperingatkan umatnya akan fitnah dajjal, sedangkan aku adalah Nabi yang paling terakhir dan kamu adalah umat yang paling terakhir maka tidak dapat dipungkiri lagi ia (dajal) akan muncul di tengah-tengah kamu, sekiranya ia keluar sedangkan aku berada di tengah-tengah kamu maka aku adalah penyelamat setiap Muslim dan sekiranya ia keluar setelah (kematian) aku, maka tiap-tiap kamu adalah penyelamat bagi dirinya sendiri dan Allah adalah sebagai penggantiku dalam menyelamatkan setiap Muslim. Dan sesungguhnya ia akan keluar dari sebuah celah (tempat) yang terletak antara Syam dan Irak, maka ia berbuat kerusakan di kiri dan di kanan, wahai hamba Allah wahai manusia bersiteguhlah kamu, karena sesungguhnya aku akan menerangkan sifat-sifat (ciri-ciri) nya yang tidak pernah diterangkan oleh seorang Nabi pun sebelum aku.
Ia (dajal) akan mendakwa: Aku adalah Rabbmu. Sedangkan kamu tidak akan dapat melihat Allah kecuali setelah kamu mati, dan ia hanya punya satu mata, sedangkan Allah bukanlah bermata sebelah dan ditempat antara dua matanya tertulis kata ‘kafir’ yang dapat dibaca oleh setiap Muslim yang bisa menulis dan yang tidak bisa menulis.
Diantara finah-fitnahnya adalah bahwa bersamanya ada sorga dan neraka, maka sebenarnya nerakanya adalah sorga dan sorganya adalah neraka. Maka barangsiapa yang dapat ujian dengan nerakanya hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hendaklah ia membaca ayat-ayat awal surat Al Kahfi. Dan diantara fitnah-fitnahnya juga adalah ia akan berkata kepada seorang Arab: Renungkanlah olehmu, sekiranya aku membangkitkan ayah dan ibumu yang telah mati, apakah kamu akan bersaksi bahwa aku adalah Rabbmu? Maka orang Arab itu berkata: Ya. Kemudian muncullah setan menjelma kehadapannya dalam bentuk bapak dan ibunya, maka keduanya berkata: “Wahai anakku, ikutilah ia, sesungguhnya ia adalah Rabbmu.” Dan diantara fitnah-fitnahnya adalah bahwa ia akan memaksa seorang manusia, lalu ia membunuhnya dan memotongnya dengan sebuah gergaji maka terbelahlah orang tersebut menjadi dua bagian, kemudian ia (dajal) berkata: “Lihatlah olehmu kepada hambaku ini, sesungguhnya aku akan membangkitkannya dan kemudian ia akan mendakwa bahwa Tuhannya adalah selain aku.” Maka Allah pun membangkitkan orang yang terbelah tersebut, maka berkatalah yang keji (dajjal) kepadanya: “Siapakah Rabbmu?” Ia berkata: “Rabbku adalah Allah dan kamu adalah musuh Allah, kamu adalah dajjal, demi Allah mulai hari ini, tidak ada hal yang lebih aku ketahui dengan yakin selain dari (kedustaan)mu.”
Dan diantara fitnah-fitnahnya adalah bahwa ia akan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka turunlah hujan, dan ia memerintahkan bumi untuk tumbuh, maka tumbuhlah ia. Dan diantara fitnah-fitnahnya adalah bahwa ketika ia melalui sebuah negeri, kemudian penduduk negeri itu mendustakannya, maka tidak satu binatang ternakpun yang tidak musnah di situ.
Dan diantara fitnah-fitnahnya adalah bahwa ia melewati sebuah negeri, kemudian mereka membenarkan (dakwaan-dakwaan)nya, maka ia pun memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka turunlah hujan, dan ia memerintahkan bumi untuk tumbuh maka tumbuhlah ia, sehingga sejak hari itu binatang menjadi paling gemuk dan paling besar dari masa-masa yang berlalu, paling besar lambungnya dan paling melimpah susunya.
Dan sesungguhnya tidak ada satu negeri pun di muka bumi yang tidak dimasuki dan dikalahkan oleh Dajal, kecuali Mekah dan Madinah, dia tidak akan dapat memasukinya dari setiap celah-celah masuknya karena disitu ada malaikat yang menjaga dengan pedang tajam dan mengkilat, sehingga ia turun di sebuah tempat perkemahan di persimpangan sebuah tanah kosong yang belum pernah diolah. Maka bergetarlah kota Madinah dengan tiga kali guncangan, sehingga tidak ada yang tersisa disana seorang munafik laki-laki ataupun munafik perempuan kecuali ia keluar kepada Dajjal, maka terhapuslah orang-orang keji (kotor) dari kota Madinah sebagaimana kir (alat pompa besi) menghilangkan segala kotoran besi dan disebutlah hari itu dengan hari pembersihan.
Para sahabat bertanya: “Dimanakah orang-orang Arab pada waktu itu?” Beliau menjawab: “Mereka pada hari itu sedikit, mereka dipimpin oleh seorang laki-laki yang shalih, maka ketika pemimpin mereka sudah maju ke depan untuk mengimami mereka dalam shalat Subuh, tiba-tiba turunlah ‘Isa Ibn Maryam, maka mundurlah Imam mereka tersebut kebelakang supaya ‘Isa maju untuk mengimami shalat dan ‘Isa pun meletakkan tangannya diantara dua bahu bahunya (pemimpin kaum Muslimin) dan berkata: “Majulah kamu dan pimpinlah shalat, karena sesungguhnya ia diiqamatkan untuk kamu”, maka pemimpin mereka pun mengimami shalat mereka dan ketika shalat sudah selesai ‘Isa berkata: “Bukalah pintu.” Mereka pun membuka pintu dan dibelakangnya telah berada dajal bersama 70.000 orang Yahudi, masing-masing mereka memiliki pedang berhias emas dan berjubah besar berwarna hijau, maka ketika ‘Isa memandang kepada dajjal, dajjal itu pun meleleh (hancur) seperti garam yang meleleh didalam air, kemudian ia lari, dan dihadang oleh ‘Isa di pintu timur kota Lud (Palestina), kemudian ‘Isa membunuhnya, maka Allah menjadikan kekalahan untuk orang-orang Yahudi, dimana tidak ada satu makhluk pun yang diciptakan Allah yang dapat dijadikan sebagai perlindungan oleh orang-orang Yahudi, dimana Allah menjadikan segala sesuatu bisa berbicara mulai dari batu, pohon, dinding, binatang ternak kecuali pohon Ghardaqah, maka sesungguhnya ia adalah pohon mereka yang tidak mau berbicara. Semua makhluk itu (selain Ghardaqah) berkata: “Hai hamba Allah yang Muslim, disini ada Yahudi, kemarilah! Dan bunuhlah ia!”
‘Isa ibnu Maryam (nabi isa) akan menjadi seorang hakim yang adil bagi umatku dan seorang pemimpin yang bijaksana yang akan menghancurkan tanda salib, membunuh babi-babi, dan menghapuskan jizyah (upeti terhadap non Islam), menghapuskan zakat, maka ia tidak akan mencari seekor kambing atau seekor unta zakat pun, dihapuskan kedengkian dan permusuhan, diangkat bisa dari segala makhluk berbisa sehingga apabila seorang bayi perempuan memasukkan tangannya kedalam mulut ular, maka ular tersebut tidak akan membahayakannya, bayi perempuan tersebut akan dapat menyakiti seekor singa sedangkan ia tidak akan dapat menyakiti bayi tersebut dan serigala akan berada ditengah gerombolan kambing seakan-akan ia adalah anjing penjaganya, dunia akan dipenuhi oleh perdamaian sebagaimana sebuah bejana diisi air (dengan merata), agama akan menjadi satu, maka tidak yang disembah selain Allah. Seluruh hal yang menyebabkan peperangan terhapus, suku Quraisy kembali mengambil kekuasaannya, dan bumi akan menjadi seperti bentangan perak, dan tumbuh-tumbuhanya akan tumbuh seperti dizaman Nabi Adam. Sehingga apabila sekelompok orang berkumpul untuk makan setangkai anggur, maka itu akan mengenyangkan mereka dan apabila sekelompok orang tersebut berkumpul untuk memakan sebuah delima, maka itu akan mengenyangkan mereka, seekor sapi pada waktu itu hanya berharga sedikit saja dan seekor kuda hanya berharga beberapa dirham saja.
Dan sesungguhnya sebelum keluarnya Dajal akan terjadi tiga tahun yang susah, pada masa itu manusia akan ditimpa kelaparan yang sangat, pada tahun yang pertama darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan 1/3 air hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 tumbuh-tumbuhannya, kemudain pada tahun yang keduanya Allah memerintahkan kepada bumi untuk menahan 2/3 air hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 2/3 tumbuhannya. Kemudian pada tahun yang ketiganya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya sehingga tidak setetes pun ia menurunkan hujan dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan semua tumbuh-tumbuhannya sehingga tidak satu tumbuhan pun yang tumbuh, dan tidak akan tersisa binatang yang berkuku (musnah) kecuali apa-apa yang dikehendaki oleh Allah. Para sahabat bertanya: “Dengan apa manusia akan hidup pada zaman itu?” Beliau menjawab: “Tahlil, takbir dan tahmid, itu semua akan memadai bagi mereka sebagaimana makanan.”
(Hadis shahih riwayat Ibn Majah dan Ibn Khuzaimah dari Abu Umamah. Al Albaani berkata: “Dan saya mempunyai sebuah tulisan tentang tahkrij hadis ini dan pentahkikan teksnya dimana saya menemui banyak teks-teks lain yang menguatkannya.” Dan dalam Ash Shahihah Al AlBaani, nomer 2457)
Subscribe to:
Posts (Atom)

No comments:
Post a Comment