Powered by Blogger.
RSS

Ciri 2

Munculnya Dabbah

Dì antara tanda tanda hari kiamat besar ìalah keluarnya Dabbah (bìnatang) darì dalam bumì yang dapat berbìcara dengan manusìa dengan bahasa yang fasìh yang dapat dìpahamì oleh semua yang mendengarnya. Dabbah ìtu mengabarkan kepada mereka bahwa manusìa dahulu tìdak berìman kepada ayat-ayat Allah. Dabbah ìnì muncul dì akhìr zaman pada saat manusìa telah mengalamì kebobrokan, mereka menìnggalkan perìntah-perìntah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan menggantì agama yang benar. Lantas Dabbah berbìcara kepada mereka, “Sesungguhnya manusìa dahulu tìdak yakìn kepada ayat-ayat kamì.” Dabbah ìnì keluar dengan membawa tongkat Nabì Musa ‘alaìhìssalam dan cìncìn Nabì Sulaìman ‘alaìhìssalam. Hìdung orang-orang kafìr dìberì cap dengan cìncìn. Dan wajah orang mukmìn menjadì terang berkat tongkat tersebut sehìngga dapat dìkenalì antara orang mukmìn dan orang kafìr.
Tanda kiamat yang ke dua sudah pasti keluarnya binatang dari dalam bumi pada waktu duha. dalilnya sama seperti terbitnya matahari dari barat sebagai tanda kiamat yang pertama kali keluar. binatang ini bisa berbicara layaknya manusia dalilnya firman Allah berikut ini.

Allah berfirman yang artinya; `dan apa bila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia tidak yakin kepada ayat ayat kami` QS. An naml: 82

ada beberapa hadis yang menjelaskan aktifitas binatang tersebut, diantaranya ia akan memberi tanda pada orang kafir pada hidungnya dan mengusap orang mukmin pada wajahnya. dan bila manusia sudah di beri tanda pada hidungnya atau wajahnya, maka ketika mereka saling berjumpa mereka akan berkata, hai kafir dan mukmin.

dalam mengomentari ayat di atas, pada umumnya para ulama menafsirkan seputar kemaksiatan yang di lakukan manusia, seperti yang yusuf wabil nukilkan dari kitab At~Tadzkirah karya imam Qurtuby: para ulama mengatakan bahwa yang di maksud dengan "apabila perkataan telah jatuh atas mereka" adalah ancaman Allah pasti terjadi pada mereka karena mereka terus menerus melakukan pelanggaran, kedurhakaan, menyimpang, menyelewen, berpaling dari ayat ayat Allah, tidak mau memikirkan dan merenungkanya, tidak mau melaksanakan hukum hukumnya, bergelimang dalam kemaksiatan dengan tidak mau lagi di beri nasihat dan tidak menghiraukan segala macam peringatan. Yaumul qiyamah hal 396.dari beberapa hadis yang shahih, sepertinya kemunculan binatang itu hanya terjadi di jazirah arab saja, wallahu alam. seperti halnya hadis berikut ini.


dari abu hurairoh dari nabi. beliau bersabda: akan muncul binatang itu dengan membawa tongkat musa dan cincin sulaiman, lalu memberi tanda pada orang kafir. affan salah seorang perawinya mengatakan, memberi tanda pada hidung orang kafir dengan cincin tersebut dan membersihkan wajah orang mukmin dengan tongkat itu. sehingga orang orang yang memiliki meja makan berkumpul di meja meja mereka, lalu yang ini berkata, wahai si mukmin; dan yang itu berkata, wahai si kafir. musnad ahmad lihat yaumul qiyamah oleh yusuf wabil

Dari abu umamah bahwasanya rosulullah bersabda; binatang melata akan keluar, binatang itu akan meninggalkan tanda di hidung orang orang,kemudian orang orang yang terkena itu akan bertambah banyak, sehingga ketika seorang laki laki membeli unta dan di tanya, dari siapa kau membeli unta ini? Ia menjawab, dari salah seorang yang bertanda di hidungnya. ash shahihah

setidaknya ada dua hal permasalahan mengenai tema ini, pertama bentuk binatang itu. kedua aktifitasnya yang terbatas. saya tidak mendapatkan adanya hadis yang shahih yang menjelaskan bentuk binatang tersebut. begitu pula dari para ulama yang mengkaji masalah ini justru mengatakan bahwa hadis hadis yang menyebutkan bentuk binatang tak ada yang shahih. masalah yang ke dua mengenai aktifitas binatang yang sepertinya hanya terbatas pada negeri tertentu saja, membuat sebagian ulama berpendapat bahwa aktifitas binatang hanya terjadi pada negeri tertentu. tetapi pendapat ini sebenarnya menyelisihi firman Allah berikut ini.

dalam konteks ahlus sunah, biasanya dalam menafsirkan al quran akan di cari ayat yang lain, istilahnya ayat di tafsirkan dengan ayat. bila tidak ada maka di cari perkataan rosulullah atau hadis. begitu pula dalam menafsirkan surat an naml ayat 82 di atas. jika kita perhatikan ayat tersebut yang mengabarkan, bahwa apabila perkataan telah jatuh atas mereka, maka Allah akan mengeluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia tidak yakin kepada ayat ayat Allah. oleh karena itulah saya melihat bahwa maksud dari ayat tersebut ada dalam al quran surat yang lain dan hadis hadis yang jika di lihat dari konteksnya, maka ayat dan hadis hadis itu sifatnya ancaman atau ultimatum. ayat itu adalah berikut ini.


"tidaklah akan datang kiamat sehingga matahari terbit dari tempat tenggelamnya. apabila matahari terbit dari barat, maka orang orangpun melihatnya, lantas mereka beriman seluruhnya. maka itulah saat ketika iman seseorang tidak lagi bermanfaat bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa imanya " shahih bukhari muslim via yaumul qiyamah hal 382

maka dari itu yang di maksud "apabila perkataan telah jatuh atas mereka" adalah terbitnya matahari dari barat seperti yang Allah nyatakan dalam surat Al~an'am ayat 158 tersebut. bukankah itu perkataan Allah, jadi yang di maksud apa bila telah jatuh perkataan atas mereka, dan seterusnya, adalah terbitnya matahari dari barat. karena dalam ayat tersebut Allah mengatakan bahwa "pada hari datangnya sebagian tanda tanda tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau ia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imanya" dan penjelasan dari ayat tersebut di jelaskan langsung oleh rosulullah dalam beberapa hadisnya dan salah satunya beliau mengatakan:"apabila matahari terbit dari barat, maka orang~orang pun melihatnya, lantas mereka beriman seluruhnya. maka itulah saat ketika iman seseorang tidak lagi bermanfaat bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa imanya. syaikhani" jadi kesimpulanya adalah, terbitnya matahari dari barat itulah yang di maksud apabila perkataan telah jatuh atas mereka.


No comments:

Post a Comment